Single Blog

Home / Internet / Mengenal Istilah Spoofing dan Berbagai Jenisnya

Mengenal Istilah Spoofing dan Berbagai Jenisnya

0 comments

Bertambah banyaknya pengguna Internet hari demi hari membuat kejahatan siber (cyber crime) juga meningkat. Kasus penipuan pun seperti spoofing kerap kali terjadi dan menyerang siapa saja. Karena itu, penting untuk mengetahui apa itu spoofing serta cara pencegahannya agar tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

Kasus penipuan di Internet yang semakin marak di Indonesia disebabkan karena orang kerap kali mengabaikan keamanan saat berselancar di dunia maya. Selain itu, kesadaran dan pengetahuan mereka tentang cyber crime juga tergolong rendah. Lebih baik mencegah terjadinya potensi penipuan dengan mengetahui spoofing, salah satu jenis penipuan yang kerap kali ditemukan.

Apa Itu Spoofing?

Spoofing merupakan salah satu jenis penipuan online yang dilakukan oleh seseorang yang menyamar sebagai pihak tertentu, biasanya merupakan orang atau lembaga yang kita kenal. Mungkin kamu pernah mengenal atau mengalami spoofing, karena kasus ini sedang marak terjadi lewat beberapa aplikasi messenger. Beberapa orang menyamar sebagai teman lama atau kerabat dekat kita untuk melakukan penipuan dan menguras habis uang yang kita miliki.

Biasanya, spoofing ini dilakukan dengan menyamar sebagai orang yang kita kenal sehingga mereka bisa mendapatkan kepercayaan kita dengan mudah. Selain mencuri uang, mereka juga melakukan spoofing untuk mencuri data atau merusak sistem keamanan perangkat atau server yang kita gunakan.

Sekilas, spoofing mirip dengan phishing, hanya saja phishing tidak menggunakan perangkat yang sama dengan spoofing, seperti serangan DDoS dan malware. Phishing adalah tindakan penipuan yang dilakukan dengan membuat website atau aplikasi yang menyerupai aslinya untuk mencuri data dan informasi sensitif.

Nyatanya, spoofing tidak melulu dilakukan melalui aplikasi messenger, tapi juga lewat beberapa saluran lainnya. Karena itu, jenis-jenis spoofing sangatlah banyak, umumnya menggunakan serangan DDoS atau malware seperti yang disebutkan tadi. Ini adalah jenis-jenis spoofing yang harus diwaspadai:

Email Spoofing

Jenis spoofing ini dilakukan dengan cara mengirimkan e-mail dengan menyamar sebagai pihak tertentu atau menggunakan alamat e-mail yang palsu. Tujuannya adalah agar target penipuan melakukan perintah yang ditulis melalui pesan e-mail oleh pelaku. Kadang-kadang, e-mail spoofing ini menyisipkan link yang mengarah pada malware.

Jenis spoofing ini paling sering terjadi di antara jenis lainnya, karena dianggap paling mudah dan tidak ada sistem otentikasi dari Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Biasanya, e-mail spoofing ini dilakukan dengan menggunakan alamat e-mail yang umum, meminta data yang sensitif dan memiliki attachment atau lampiran dengan ekstensi yang aneh.

Website atau URL Spoofing

Persis seperti namanya, website atau URL  spoofing menggunakan situs dan alamat URL untuk melakukan kejahatan. Mirip seperti  phishing, jenis spoofing ini menggunakan  website palsu yang dibuat semirip mungkin dengan website aslinya sehingga orang mudah percaya dan mengisi data mereka di website tersebut.

Setelah ada pengguna yang jatuh ke dalam jebakannya, pelaku mulai melancarkan serangannya bersamaan dengan modus e-mail spoofing. Mereka akan mengirimkan pesan e-mail untuk mengklik beberapa link yang ada di website mereka. Nantinya, mereka akan mendapatkan informasi sensitif dan menyisipkan malware di perangkat kita.

Caller ID Spoofing

Caller ID Spoofing ini menggunakan nomor yang terkesan asing bagi kita, biasanya berjumlah 4 digit seperti 8888. Pelaku kejahatan yang menggunakan caller ID spoofing sangat mungkin untuk mengubah nomor telepon mereka sesuka hati saat melakukan panggilan.

Alasan pelaku mengganti nomor mereka menjadi nomor asing sangatlah sederhana, yaitu agar nomor telepon asli mereka tidak dilacak. Dengan nomor asing tersebut, mereka bisa menyamar jadi orang dari perusahaan atau instansi tertentu, seperti agen asuransi, teller bank, dan lain-lain, kadang bisa menawarkan  doorprize yang jumlahnya tidak masuk akal.

SMS Spoofing

Jenis ini sama dengan caller ID spoofing, dimana pelaku mengubah nomor telepon mereka sesuka hati untuk mengirimkan pesan penipuan. Mereka juga biasa membawa nama perusahaan atau instansi yang resmi, kemudian mengirimkan link yang berisi malware dan mengambil data sensitif kita.

IP Spoofing

Terakhir adalah IP spoofing, dimana pelaku mengubah source IP sehingga tidak bisa dilacak saat ingin melakukan penipuan terhadap perangkat target yang dituju. Jenis serangan ini mirip dengan DDoS attack, yaitu membanjiri  traffic pada suatu server sehingga tidak bisa diakses.

Nah, Itulah penjelasan dan jenis dari spoofing. Tidak hanya itu, spoofing juga bisa datang melalui perangkat WiFi yang kita gunakan. Karena itu, selalu waspada akan hal-hal di dunia maya ya! Pastikan juga kamu selalu menggunakan koneksi jaringan Internet yang aman supaya dapat terhindar dari berbagai kejahatan di dunia maya. Karena itu, percayakan pada provider Internet terbaik dengan layanan Internet yang cepat dan stabil yaitu  SGDc.